Atlit Indonesia Siap Ke Olimpiade 2020 Bagian 3

Hal ini tentu membuat peluang medali menjadi lebih besar dan terbukti. Pada Asian Games 2018 dipertandingkan 40 cabor dengan 465 nomor pertandingan. Empat tahun lalu, hanya ada 36 cabor dengan 439 nomor pertandingan. Jumlah cabor dan nomor pertandingan yang lebih banyak saat Asian Games 2018, membuat Kontingen Indonesia punya potensi memperbanyak perolehan medali emas dibandingkan saat Asian Games 2014, terutama dari empat cabor yang jadi andalan, silat, paralayang, jetski, serta bridge. “Seperti cabang taekwondo, misalnya. Dari enam nomor yang dipertandingkan kita sebagai tuan rumah boleh ikut semua tapi Korea Selatan hanya bisa mengikuti empat nomor,” katanya. Dukungan penuh suporter dan para atlet yang ingin tampil maksimal di rumah sendiri juga merupakan keuntungan. Secara keseluruhan, menurut Mulyana, Indonesia berpeluang terus menambah emas, meski saat ini sudah mencapai 23 emas di Asian Games 2018, padahal prediksi hasil perhitungan antara Kempora dengan tiap induk cabang olahraga maksimal mencapai 20-22 emas. Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Tono Suratman pun berharap terus ada medali emas lainnya yang disumbangkan wakil Merah Putih.

Menurut analisis timnya, kontingen Indonesia sudah tampil luar biasa. Misalnya saja satu hari ada perolehan satu peraih podium (emas) dan target 16 medali emas bisa tercapai selama 2 minggu penyelenggaran Asian Games 2018. “Namun, ternyata semakin hari meningkat dengan 1 hari bisa meraih 2 sampai 3 emas. Dan terakhir 1 hari mencapai 10 medali emas. Namun rangking Indonesia di akhir Asian Games tidak bisa ditentukan dari jumlah minimal 16-20 medali emas yang didapat. Sebab jumlah perolehan medali emas negara lain akan sangat menentukan rangking negara lain juga,” ujarnya. Menurutnya, Indonesia mendapat medali emas juga tidak bisa hanya tergantung kepada cabang olahraga yang diandalkan saja. Dari nonunggulan juga memiliki peluang besar menyumbang medali emas. Sebenarnya di olahraga, medali emas hanya bisa didapat oleh mereka yang siap. Jika tidak siap, maka peluang itu akan hilang. Ia mencontohkan melesetnya target raihan medali dari cabang olahraga renang yang menjagokan I Gede Siman Sudartawa. Perenang Indonesia itu gagal mempersembahkan gelar juara dari nomor 50 meter gaya punggung putra dan kekalahannya lebih disebabkan karena para pesaing atlet asal Bali itu sangat kompetitif.