Atlit Indonesia Siap Ke Olimpiade 2020

Melampaui target perolehan medali di ajang Asian Games 2018, Indonesia siap berprestasi di Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang. Hingga hari ke sembilan kemarin Kontingen Indonesia sukses menyabet 64 medali, dengan perincian 22 medali emas, 15 perak, dan 27 perunggu pada Asian Games 2018. Jumlah ini menjadi yang terbanyak dalam sejarah keikutsertaan pada pesta olahraga antarnegara Asia. Catatan medali terbanyak Indonesia sebelumnya adalah 11 emas, 12 perak dan 28 perunggu di Asian Games 1962. Ketika itu, Indonesia sebagai tuan rumah dan berhasil menempati posisi kedua klasemen akhir. Pada kesempatan kedua sebagai tuan rumah, Indonesia mampu menggenjot prestasi hingga memperoleh medali emas dua kali lipat, bahkan lebih, dari catatan terbaik sebelumnya. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menyatakan, pencapaian terbaik Asian Games 2018 saat ini bisa digunakan untuk mengukur persiapan pada SEA Games 2019 dan Olimpiade Tokyo 2020.

Imam menyadari dalam tiap pesta olahraga, cabang yang dipertandingkan berbeda-beda dan relatif lebih menguntungkan tuan rumah. Demikian juga SEA Games di Filipina dan Olimpiade di Jepang. Cabang yang dipertandingkan kemungkinan bukanlah apa yang menjadi andalan Indonesia. “Memang saya berharap pencak silat sebagai cabang olahraga unggulan Indonesia melangkah satu langkah bisa dipertandingkan di eksibisi Olimpiade Tokyo 2020,” ujar Imam, Senin (27/8). Terkait harapan itu, Imam mengaku sudah yang mencoba melobi Menpora Jepang, Yoshimasa Hayashi. Seangkan cabang olahraga unggulan seperti bulutangkis, atletik, wushu, angkat besi, panjat tebing tetap akan dipertahankan karena dinilai menjanjikan perolehan medali di tingkat Asia pada masa mendatang.

Lanjut ke Bagian 2