Elite Dua Koalisi Bernegosiasi Alot Menentukan Calon

Akrobat Merdeka Utara

Di tengah santernya kabar Muhammad Mahfud Md. akan menjadi pendamping Presiden Joko Widodo, mendadak Jokowi me milih Kiai Haji Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presiden. Nama man tan Ketua Mahkamah Konstitusi itu seperti disalip di tikungan oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia. Jokowi mengumumkan pilihannya itu di Restoran Plataran, Menteng, Ja karta, kemarin, untuk berlaga dalam pemilihan presiden tahun depan. Ia meluncur dari kantornya di Istana Kepresiden Jalan Merdeka Utara, Jakarta, kemarin petang untuk ber temu dengan sembilan ketua umum partai koalisi pengusung Jokowi dan Ma’ruf.

Selanjutnya, mereka meneken surat rekomendasi untuk diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum, hari ini. Ma’ruf, 75 tahun, menjadi pilihan terakhir partai koalisi untuk mengincar suara pemilih muslim. Ma‘ruf dianggap berpengalaman menjadi anggota De wan Perwakilan Rakyat dan Nahdlatul Ulama. “Kami saling melengkapi. Na sionalis dan religius,” kata Jokowi. Me mang, sebelumnya, ada penolakan ter hadap Mahfud, terutama dari Partai Kebangkitan Bangsa dan Pengurus Be sar Nahdlatul Ulama. Ketika Jokowi mengumumkan na manya, Ma’ruf sedang berada di Kantor MUI di Jalan Proklamasi. Tak lama setelah itu, Ma’ruf langsung menemui Pengurus Besar Nahdlatul Ulama di Jalan Kramat Raya, Jakarta. “Alham dulillah, tanpa diduga, ternyata saya dipilih jadi cawapres Pak Jokowi,” ujarnya.

Akrobat Kertanegara

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akhirnya memilih Sandiaga Uno sebagai wakilnya untuk pemilihan presiden tahun depan. Kemarin, tiga partai koalisi pengusung mendeklarasikan pasangan calon presiden-wakil presi den ini di rumah Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan. Sandiaga, 49 tahun, disepakati oleh Gerindra, Partai Amanat Nasional, dan Partai Keadilan Sejahtera sete lah namanya mencuat sebagai kan didat terkuat dalam 36 jam terakhir. Melalui lobi-lobi yang alot dengan elite dua partai tersebut dan sejumlah petinggi organisasi muslim, Prabowo mengatakan Sandi dapat diterima semua pihak.

“Saya meminta beliau mundur dari Partai Gerindra, padahal sudah cukup lama masuk Gerindra,” kata Prabowo kemarin. Wakil Gubernur DKI Jakarta ini tercatat sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra. Partai Amanat Nasional berencana merekrut Sandi sebagai kadernya. Sedangkan PKS menerima Sandi karena dinilai dapat menarik pemilih muda. “Kami memohon doa restu untuk pemerin tahan yang kuat,” kata Sandi. Ketiga partai tersebut memutuskan meninggalkan Partai Demokrat, yang hingga Jumat dinihari belum memu tuskan arah koalisi. Meski mendu kung Prabowo, Demokrat keberatan Sandi jadi calon wakil presiden kare na sama-sama dari Gerindra. “Majelis tinggi partai akan rapat lagi,” kata Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Sjarief Hasan.