Penerimaan Negara dari Freeport Akan Lebih Besar

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan penerimaan negara dari PT Freeport Indonesia akan lebih besar daripada sebelumnya. Menurut Sri Mulyani, penerbitan Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2018 dilakukan sejalan dengan Pasal 169 UndangUndang Mineral dan Batu Bara. “Yang seperti Freeport dan itu dimasukkan di dalam PP adalah spiritnya sesuai dengan Pasal 169 UU Minerba, bahwa penerimaan negara harus lebih besar dari sebelumnya, dan inilah yang coba dilihat,” kata Sri Mulyani, kemarin.

Sri Mulyani mengatakan PP yang baru itu, atau PP Nomor 37 Tahun 2018, membahas kewajiban perusahaan mineral dan batu bara kepada pemerintah, baik dalam bentuk perpajakan maupun dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP), termasuk royalti. Hal itu bertujuan mengatur seluruh perusahaan, baik yang berpindah dari kontrak karya ke izin usaha pertambangan khusus maupun yang tidak.

Sri Mulyani mengatakan hal itu sudah masuk ke aturan yang sekarang diatur dalam PP tersebut. “Jadi, kami tidak hanya melihat pajaknya karena kalau mengikuti PPh sekarang dan sesuai UU Minerba, bahwa dia mengikuti yang prevailing, berarti UU PPh sekarang 25 persen korporat ya. Sementara kalau di kontrak karya, mereka masih di atas 35 persen,” kata Sri Mulyani. Sri Mulyani mengatakan, kalau hanya melihat itu, sepertinya PPh-nya turun. Tapi komponennya dari penerimaan pajak keseluruhan dan non-pajak sudah dimasukkan dalam PP itu.

Dosen Muda UI Raih Penghargaan Internasional Semantic Web

Dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, Fariz Darari, meraih SWSA Distinguished Dissertation Award, penghargaan tertinggi tingkat internasional untuk disertasi di bidang semantic web. Dia juga peneliti Indonesia pertama yang meraih penghargaan bergengsi tersebut. “Semantic web merupakan ilmu yang cukup baru dan pertama kali dicetuskan oleh Tim Berners-Lee, James Hendler, dan Ora Lassila pada 2001,” kata juru bicara UI, Rifelly Dewi Astuti, kemarin.

Dia menjelaskan, semantic web adalah ilmu mengorganisasikan web agar lebih mudah diproses oleh mesin. Fokusnya mengeksplisitkan hyperlink pada web dan menggunakan paradigma baru, melihat informasi bukan sebagai teks (strings) melainkan sebagai obyek (things). Seremoni penganugerahan bagi Fariz Darari akan digelar pada 8 Oktober mendatang di Monterey, California, Amerika Serikat. Fariz, 30 tahun, meraih gelar sarjana di Fakultas Ilmu Komputer UI pada 2006.

Pada 2011 dia melanjutkan studi master di TU Dresden, Jerman, dan Free University of Bozen Bolzano, Italia. Lalu, pada 2017, Fariz menyelesaikan studi doktoralnya di Bolzano dan Dresden. Penelitian itu diakui oleh pakar semantic web dunia berhasil menggabungkan teori, implementasi, dan evaluasi dengan sangat solid. Penelitian tersebut juga dapat menstimulasi banyak temuan pada under-developed.