Fobia Kucing Hilang Dengan Hipnosis

Seperti telah disinggung sebelumnya, hipnosis dapat membantu anak keluar berbagai permasalahan, seperti pengalaman traumatis, fobia, perasaan tertekan, malas belajar, stres, bahkan masalah makan. Langkahlangkahnya adalah dengan membuka mind block anak. Saat dihipnosis, otak anak harus berada pada gelombang alpha dan tetha dimana 60% aktivitas otaknya berhenti. Karena aktivitas otak tinggal 40%, pergerakan saraf-saraf pun menjadi lamban sehingga anak yang dihipnosis akan merespons atau menjawab lamban.

Jika ditanya menjawab lantang atau saat ia diminta melakukan sesuatu mampu mengerjakannya dengan segera, itu berarti ia masih berada di gelombang otak beta dimana seluruh saraf otaknya bekerja 100%. Ketika otak masih berada dalam kondisi ini, hipnosis sulit dilakukan. Pada masalah fobia takut kucing, hipnoterapi bisa dilakukan. Namun perlu disadari, tidak setiap anak memiliki kualitas fobia sama, ada yang ringan, sedang, dan berat.

Semakin berat tingkat fobianya dan semakin lama interval penanganannya, maka akan semakin sulit penanganannya. Ibarat menumpuk barang, barang yang ditumpuk pertama pasti akan berada di bawah ditumpuk barang lain. Untuk mengatasinya, kita harus mengangkat barang-barang yang di atasnya terlebih dahulu sebelum mengangkat barang yang kita tuju. Hal penting dalam hipnoterapi, harus ada keinginan anak atau pasien untuk menghilangkan ketakutannya.

Jika ia tidak mau, maka ada mental blocking yang membuat hipnoterapi tak akan berhasil dilakukan. Ia pun harus terbuka mengenai masalahnya, menceritakan apa yang dialami, mengingat kapan masalah itu mulai terjadi, berapa lama hal tersebut berlangsung, dan seterusnya. Setelah ditemukan masalahnya, misal takut kucing, nanti anak akan dihipnosis masuk ke alam bawah sadar untuk kembali ke masa itu. Setelah masuk ke masa lalunya itu dan menemukan penyebab kenapa ia takut, secara perlahan ketakutan tersebut dihilangkan dan anak kembali normal.

Mendidik anak dengan beberapa ketakutan yang dibawa anak sungguh tidak mudah. Agar anak kuat mental perlu adanya peran orangtua disetiap kegiatan sehari – hari pada anak. Dengan adanya pendamping orangtua dan pemahaman yang diberikan sampai anak kuat mental adalah hal penting untuk masa depannya. Sedangkan untuk anak yang akan menghadapi tes TOEFL, perlu adanya persiapan yang matang. Rekomendasi tempat kursus TOEFL IBT Jakarta adalah pilihan yang tepat.