Magnetik: Pita vs Disk

Media magnetik masih dianggap ekonomis untuk menyimpan data berkapasitas besar, terutama sejak kehadiran video berstandar 4K (4096 x 2160 pixel). Harga hard disk 4 TB yang berkisar 2 jutaan memang menarik, tetapi menurut analisis cloud provider Backblaze, media disk magnetik memiliki tingkat eror yang lebih tinggi dibandingkan pita magnetik pada fase tertentu.

Backblaze melaporkan bahwa cacat produksi biasanya menjadi penyebab rusaknya hard disk di masa-masa awal pemakaian. Setelah pemakaian lebih dari tiga tahun, penyebab kerusakan akan lebih didominasi oleh efek aus (wear dan tear). Menurut perkiraan Backblaze, satu dari dua hard saja yang berfungsi normal setelah pemakain lebih dari 6 tahun. Jadi, pengguna disk magnetik cukup beruntung jika hard disk-nya bertahan hingga satu dekade karena risiko rusak di tahun-tahun awal pemakaian pun bisa terjadi.

Media Penyimpanan Magnetik

Pita yang Lebih Awet Meskipun belum ideal, disk magnetik lebih diminati sebagai storage media karena faktor biaya. Piat magnetik lebih dianggap lebih ideal sebagai arsip data digital karena lebih awet dan terus disempurnakan. Merosotnya daya tahan disk magnetik Layanan cloud backup Backblaze mengindentifikasi tiga tahapan malfungsi yang terjadi pada disk magnetik mereka. Proses kerusakan nya (deterioration) mengalami percepatan setelah masuk di tahun ketiga.