Sehari Bersama Google Glass Bagian 2



“Tunjukkan kemampuanmu, Glass!”

Segala sesuatunya menjadi sangat menarik setelah Google Glass aktif. Perangkat ini menyapa CHIP dengan memberi informasi tentang waktu. Sebelum menjalankan voice command, pengguna harus mengucapkan “OK Glass” di awal setiap perintah. Tapi, CHIP memilih untuk mengoperasikan perangkat ini dari touchpad (ada di ear piece sebelah kanan) dan menyapu start screennya. Dari sini, pengguna bisa mengakses setting dan info terbaru dari Google Now, layanan semi-intelligent untuk pengguna GooGoogle Glass memperluas bidang pandangan dengan display informasi. Feature ini bekerja dengan baik meskipun konsepnya belum benar-benar meyakinkan. Sehari Bersama Google Glass gle. Jika pengguna menyapu layar ke arah berlawanan, Timeline yang menampilkan history aktivitas Google Glass (foto, e-mail, SMS, aplikasi yang ter-install, dan lain-lain). Jika pengguna mentap touchpad sambil melihat layar, akan tampil menu level kedua – aplikasi yang masih terbatas pada fungsi foto dan video, web search, dan navigasi. Untuk kembali ke menu sebelumnya atau masuk ke mode standby, pengguna cukup menyapu layar dari atas ke bawah.

Rasa canggung muncul saat pertama kali menggunakan Google Glass, tapi segera terbiasa beberapa menit berikutnya. Feature voice control yang disarankan Google Glass sejak awal diaktifkan, saat ini hanya tersedia dalam bahasa Inggris (“OK Glass, take a picture”) tapi sudah berfungsi dengan baik. CHIP bahkan bisa mendiktekan dan mengirim e-mail singkat. Gesture lain yang juga menarik adalah kedipan mata. Google Glass mengenali perintah itu dari sensor infra merah yang tertanam di dalamnya. Setelah aktif, fungsi ini memicu kamera untuk memotret dengan kedipan mata kanan. CHIP tidak terlalu menyukai feature ini karena Google Glass jadi sering memotret tanpa sengaja saat mengedipkan mata. Sebagai alternatif, pengguna bisa mengklik tombol di frame atau menggunakan aplikasi foto untuk memotret. Namun, karena posisi kamera berubah sejalan dengan gerakan mata, sangat sulit untuk menentukan posisi kepala yang pas saat hendak memotret. Dengan begitu, foto yang dihasilkan banyak yang posisinya miring (Semoga hal ini disebabkan kurang terbiasanya CHIP dalam menggunakan Google Glass, bukan karena cacat desain). Dengan semua keterbatasan ini, kualitas foto yang dihasilkan hanya setara dengan smartphone.

selanjunya bagian 3 : https://tri-bag.com/tekno/sehari-bersama-google-glass-bagian-3/